Tuesday, March 29, 2011

JIKA PONSEL ANDA MATI SENDIRI ( AUTO POWER-OFF )

Ponsel New Chocolate LG BL40
Sebuah ponsel layaknya sebuah komputer, dimana didalamnya terdapat dua unsur utama yang saling berkaitan dengan erat, yaitu software dan hardware. apabila salah satu unsur tersebut mengalami gangguan, sudah tentu ponsel anda juga akan mengalami gangguan dari tingkat yang ringan hingga yang berat bahkan mati total. kerusakan ponsel tidak lain dari kecerobohan penggunaan pemakaian ponsel itu sendiri.


Sebelum melakukan perbaikan sebaiknya kita harus mengetahui terlebih dahulu sebab dari kerusakan ponsel, karena jika kita sudah tahu penyebabnya maka akan cepat dalam menentukan prosedur yang harus di ambil pada perbaikan ponsel. anda harus betul-betul memahami proses kerja ponsel dan sistem yang ada di dalamnya. Jika tidak, anda akan kebingungan bagaimana cara memperbaikinya.

Berikut ini adalah prosedur perbaikan ketika ponsel anda mati sendiri atau yang biasa disebut Auto Power-Off tanpa kita ketahui dan kita inginan ;
  • Pertama kali kita uji terlebih dahulu baterai kita apakah masih layak atau tidak. lepaskan bateri yang lama, kita uji dengan multitester, apabila dalam pengujian ternyata baterai sudah rusak, maka gantilah dengan baterai yang baru, tetapi bila masih baik, pasangkan kembali baterai yang lama pada ponsel, lalu coba hidupkan ponsel
  • Periksalah juga konektor pada baterai,  lihat apakah ada karat pada kuningan konektor baterai yang bisa sebagai penghambat (isolator). dari baterai pada ponsel, juga uji tingkat kelenturan dari konektor baterai tersebut dengan cara menekan-nekan konektor baterainya, jika tingkat kelenturan kita rasa tidak normal atau rusak, maka kita perlu mengganti konektor baterai ini. sebab dengan konektor baterai yang sudah tidak normal atau rusak maka posisi baterai pada ponsel tidak terkunci dan sudah berubah-rubah saat kita membawa ponsel. dengan posisi baterai yang sudah berubah-ubah inilah yang mengakibatkan terputusnya koneksitas arus dari baterai menuju ponsel yang mengakibatkan ponsel mati dengan sendirinya (auto power-off)
  • Setelah kita uji baterai dan konektornya tidak ada masalah pada keduanya, maka selanjutnya kita coba isi ulang (charge) baterai pada ponsel, apabila indikator proses isi ulang (charge) baterai tampil pada layar ponsel tidak bisa dinyalakan, maka dengan pasti kita mengetahui penyebab ponsel tidak bisa dinyalakan tadi adalah karena gangguan dari IC PAnya.
  • Lepasan IC PA pada ponsel anda, lalu coba ponsel anda dinyalakan kembali. Ponsel anda pasti bisa hidup,  maka supaya ponsel danda ada sinyalnya harus dipasangkan kembali IC PA yang baru.
  • Namun bila saat isi ulang (baterai) pada ponsel dan indikator proses isi ulang (charge) baterai tdak tampil pada layar ponsel, juga waktu ponsel dinyalakan ponsel tidak mau nyala , maka kita perlu melakukan pemeriksaan dan pengujian lebih lanjut dengan menggunakan power supply (PS). Namun pada kasus tertentu ada juga terdapat timah yang jelek atau penyolderan yang kurang baik kaki-kaki IC PA pada PCB (koneksitas dari IC PA pada PCB terganggu atau terputus). Solusinya kita cabut IC PA pada PCB-nya terlebih dahulu, lalu bersihkan timah-timah pada PCB dimana IC PA tersebut menempel dengan cairan pembersih IPA, selanjutnya rapikan kembali timah-timah pada kaki-kaki IC PA, pasang kembali IC PA yang lama, nyalakan ponsel, maka ponsel pasti akan nyala kembali.
  • Selanjutnya kita memeriksa dan menguji ponsel menggunakan power supply (PS), perlu diingat power supply yang akan kita gunakan untuk menguji ponsel haruslah mempunyai skala ampere sebesar I (satu) atau 1000 mili ampere. hal tersebut supaya pengujian lebih mudah dan jelas karena sensitivitas yang cukup dari power supply itu sendiri

  • Pasangkan kabel dari power supply (PS) ke konektor baterai pada ponsel kita dengan urutan sebagai berikut : warna hitam kabel power supply ke kutub negatif konektor baterai, warna hijau kabel power supply ke kutub BSI (Baterai Sistem Information) konektor baterai, warna kuning kabel power supply ke kutub tenperature konektor baterai, dan warna merah kabel power supply ke kutub postif baterai. perlu diingat bahwa dalam menghubungkan antara ponsel dengan power supply diperlukan minimal 3 kabel

  • Biasakan sebelum power supply dinyalakan, jangan lupa arahkan terlebih dahulu tegangan power supply pada 0 V, hal ini bertujuan untuk mencegah kelalaian kita memberikan tegangan (volt) yang terlalu besar pada ponsel yang hanya mengakibatkan ponsel kita bertambah parah kerusakannya
  • Setelah itu barulah kita boleh mengarahkan tegangan pada power supply ke 3,6 V, di misalkan ponsel kita tipe Nokia 3310 dimana tegangan yang dibutuhkan 3,6 V. apabila ponsel yang lain perlu disesuaikan tegangan yang dibutuhkan ponsel , dengan toleransi hanyalah 0,5 V. lebih dari toleransi itu akan mengakibatjan ponsel anda rusak
  • Saat ponsel dalam keadaan mati (off), lali tekan tombol "ON" pada ponsel untuk menyalakan ponsel. Lihatlah jarum ampere pada ponsel supply pada saat tombol "ON" pada ponsel ditekan, jika jarum ampere diam saja tidak bergerak berarti problem terletak pada hardware ponsel. untuk problem hardware perlu dilakukan pemeriksaan dan pengujian dari modul "on/off" sampai pada baterai ponsel itu sendiri
  • Lihatlah jarum ampere pada power supply pada saat tombol "on" pada ponsel ditekan. Jika jarum ampere naik sekitar ± 50 mili  ampere berarti problem terletak pada software ponsel. yang perlu kita lakukan adalah ponsel tersebut diprogram ulang (flash) sesuai dengan jenis dan versi ponsel saat ini atau kita bisa melakukan proses up grade versi software ponsel kita ke versi software yang lebih tinggi dari versi sebelumnya
  • Nyalakan ponsel, dan ponsel akan kembali seperti semula 
  •  
    Referensi ; Buku Teknik Handphone oleh Daryanto , diterbitkan oleh CV. YRAMA WIDYA

    1 comment: